PENYAKIT DENGAN TANDA KUNING (JAUNDICE /ICTERUS) PADA KUCING

 PENYAKIT  DENGAN TANDA KUNING (JAUNDICE /ICTERUS) PADA KUCING

Oleh: drh. Cucu K. Sajuthi

 

Berbeda penyakit kuning antara anjing yang dicurigai leptosipira, kucing sangat jarang dilaporkan terjangkit leptospirosis.

Jaundice atau kuning yang terlihat pada mucosa/selaput lendir sclera, telinga, gusi dan kulit .

Penyakit kuning bisa timbul akibat kerusakan pada organ sebelum hati (prehepatic), pada hati itu sendiri (hepatic) dan setelah organ hati (posthepatic).

IctericCat3a (www.avmi.net)

 Kucing yang mengalami Jaundice, terlihat kekuningan pada gusi.

(courtesy: www.avmi.net)

Bilirubin yang berlebihan dalam darah menimbulkan warna kuning pada bagian tubuh sebagaimana terlihat pada daerah daerah tersebut diatas, Bilirubin adalah pecahan dari molekul heme (warna darah dalam sel darah merah), umumnya  jaundice prehepatic terjadi akibat terlalu banyak kerusakan pada sel darah merah yang tiba tiba menimbulkan hemolisis biasanya harus dicurigai dengan kondisi Immune –mediated.

Immune mediated hemolytic

Pada hewan sehat, system ketahanan tubuh (immune system) berfungsi mengusir segala macam benda asing seperti bakteri  yang masuk dalam tubuh. Pada hewan dengan masalah autoimmune immune system menyerang sel dalam pembuluh darah , proses ini akan berakibat intravascular hemolysis, salah satu tanda akan terlihat plasma menjadi agak pink sampai merah.urine positif hemoglobinuria, tanda lain dengan kecurigaan tersebut adalah  dalam pemeriksaan ulas darah ditemukan spherocyte  ( bentukan seperti bola dan lebih kecil dari RBC normal), ditemukan sel anisocytosis.

Obat obatan (acetaminophen, benzocain, propylene glycol)  juga dapat menimbulkan autoimmune mediated, bilamana obat menempel pada RBC dan menggertak terjadinya kerusakan pada RBC itu sendiri, penyebab lain adalah infeksi parasit darah (haemobartonela felis, Cytauxzoon felis dan babesia sp). Beberapa literature mengatakan kucing dengan positiuf Fe leukemia Virus (FeLV) atau Feline Immune mediated Virus (FIV) sangat beresiko tinggi untuk kontak dengan infeksi parasit diatas.

Untuk itu setiap kucing yang jaundice disarankan  ambil darah lengkap termasuk PCV dan ulas darah, bilamana PCV rendah sebaiknya dilakukan test terhadap virus FeLV dan FIV pula.

Penyebab lain hemolisis pada kucing adalah pemberian transfusi darah. Berbeda dengan anjing secara alam ia tidak mempunyai antinbody pelawan (alloantibodies), pada kucing secara alam sudah mempunyai antibody (alloantibodie) melawan grup diluar  tipe darah nya .  Kucing mempunyai golongan darah tipe A,  B dan AB. Golongan darah AB sangat jarang dan tidak memiliki alloantibodies.. Mayoritas adalah golongan darah A yang mempunyai anti-antibody B yang lemah, sedangkan golongan darah B mempunyai anti-antibody A yang kuat, sehingga semua kucing dengan golongan darah B akan mempunyai antibody pelawan tipe A-  RBC. Kondisi ini yang memudahkan terjadinya jaundice setelah transfusi darah.

Kadangkala terjadi pada anakan kucing usia 2 – 3 hari menjadi jaundice dan kematian dini.  kondisi ini disebabkan anak kucing golongan darah A lahir dari induk golongan darah B. disebut neonatal isoetythrolysis atau neonatal hemolytic. . disarankan kucing betina dengan golongan darah B tidak dikawinkan dengan jantan golongan darah A.

Sayangnya test untiuk golongan darah baik kucing maupun anjing belum masuk test kitnya di Indonesia, jika terpaksa terjadi, sebaiknya anakan tidak disusui oleh induknya.

Jaundice pada kucing ada kaitan nya dengan HEPATITIS / CHOLANGITIS /CHOLANGOHEPATITIS atau peradangan sel hati dan saluran empedu dan  penyakit  LIPIDOSIS.

Lipidosis  suatu  kondisi terganggunya pengaturan metabolisme distribusi lemak menimbulkan penumpukan trigeliserid dalam sel hati lebih cepat . masalah ini sering terjadi pada kucing yang semula sangat gendut (obese lalu tidak nafsu makan berhati hari, kucing yang tenderita diabetes, kucing dengan gangguan pencernakan, efek keracunan obat dan racun makanan). Secara laboratorium akan memperlihatkan tingginya kadar ALT, ALP, Bilirubin dan WBC bisa normal  sampai naik. Membedakan dari keduanya selain melihat sejarah dan anamnesenya ,yang terbaik dan akurat dilakukan biopsy hati dan USG (memerlukan keterampilan dari drh  berpengalaman). Pada biopsy akan ditemukan banyak neutrofil infiltrasi pada parenchym hati.

Pengobatan untuk kasus lipidosis dengan memutus siklus energy intake yang tidak cukup dan mobilisasi lemak dengan makan paksa ( bisa diilakukan oesophagustomy selama  7 hari maksimum 10 hari) sambil tetap dilihat ada kemauan makan sendiri.

Peradangan  pada hati  sering dijumpai pada kucing muda dan usia tua (> 8 th)biasanya diikuti dengan gejala klinis tidak nafsu makan, depresi, dan demam. Dengan kimia darah sama dengan pada kasus lipidosis, tetapi kebanyakan lekocytosis. Peradangan hati dapat juga disebabkan efek obat griseofulvin, ketokonazole, alfatoxin dan phenol.

Infeksi bakteri bisa diobati dengan antibiotik amoxilin, ampicilin  atau metronidazole. Disarankan diberikan sampai 6-8 minggu. Urdafalk (ursodeoxycholoic acid) adalah suatu obat untuk menstimulasi  aliran cairan empedu, tetapi sangat kontradiksi jika diberikan untuk kasus obstruksi pada saluran empedu. Berikan juga force feeding , berikan infus dan juga beri sedikit penghangat.

Penyebab lain jaundice adalah Feline Infectious Peritonitis (FIP).

Virus corona dapat menginfeksi sebagian besar organ, meliputi hati sehingga terjadi pyogranuloma dengan tingkat  keparahan yang bervariasi dari permukaan sampai parenchyma hati itu sendiri sehingga menimbulkan pada fungsi hati dan penyumbatan pada saluran empedu. Penyakit FIP sangat fatal dan cenderung menular, sebaiknya diisolasi.

Neoplasia juga dapat menyebabkan jaundice, namun kasus neoplasia atau tumor jarang terjadi pada kucing.

Post hepatic jaundice berasal dari pengeluaran bilirubin itu sendiri yang mengalami hambatan dari saluran empedu, biasanya karena ada sumbatan bisa karena urolito atau batu atau ada massa tumor, atau penekanan dari organ hati yang menekan  saluran empedu  se[perti tumor pada duodenum atau tumor pada páncreas.

Gejala klinis kucing yang menderita post hepatic selain kuning , tidak nafsu makan, depresi, sakit pada abdomen, dan demam. Namun demikian kejadian obstuksi empedu pada kucing sangat jarang. Yang paling sering terjadi karena hepatolipidosis, infeksi FIP dan kelaianan darah  (autoimmune hemolitic).

Pustaka:

  1. D.A and Sparkes. H, ARKES: Feline Immunodeficiency virus in Feline Medical & therapy 3rd edition, Blackwell, 2007, hal 612 -613
  2. stonehewer j; the liver and pancreas in feline medical 7 therapy 3rd edition, Blackwell 2007, hal 442-450
  3. nelson RW, Couto CG (eds): anemia,in small animal Internal medicine,ed 2, st Louis. Mosby,1988,pp 1160-1173
  4. Paul Crawford Bvetmed, Causes of icterus in cats, Veterinary Technician vol 22, Feb 2001.

 

 


  • pdhbvet

    pdhbvet