Mengenal Demodekosis pada Anjing

Oleh: drh. Agus Efendi

 

Demodekosis adalah infeksi parasit pada anjing dan jarang pada kucing yang dicirikan dengan peningkatan jumlah tungau demodek di dalam folikel rambut yang memicu terjadinya furunkulosis dan infeksi sekunder bakteri. Infeksi dapat terjadi lokal maupun general di seluruh tubuh.

 

Penyebab

Demodekosis pada anjing sering disebabkan oleh tungau Demodex (folliculorum) canis. Demodex hidup di dalam folikel rambut dan kelenjar minyak. Anjing yang sehat sering memiliki demodek di dalam kulitnya dalam jumlah yang terbatas tanpa menimbulkan gangguan. Hal tersebut dikarenakan adanya keseimbangan kekebalan alami sehingga sering terjadi satu atau dua ekor anak anjing menderita demodekosis namun saudara lainnya tidak terserang. Anjing dengan kondisi jelek, dan berambut pendek mudah terinfeksi oleh demodek. Penyakit berkembang apabila terjadi peningkatan jumlah parasit yang melebihi jumlah yang dapat ditoleransi oleh sistem kebal. Faktor-faktor yang dapat menginisiasi proliferasi tungau yaitu genetik atau gangguan imunitas. Peningkatan jumlah tungau juga selalu berkaitan dengan adanya endoparasit, malnutrisi, terapi obat imunosupresi, dan stress sementara (estrus, kebuntingan, tindakan pembedahan, dan saat dilakukan penitipan). Insidensi tertinggi demodekosis saat umur 3-6 bulan.

 

Gejala Klinis dan Penularan

Gejala yang nampak pada anjing yang terserang demodekosis yaitu adanya area-area kebotakan baik terlokalisir ataupun general. Pada area tersebut terjadi kebotakan, kemerahan, gatal, menebal, menghitam, bernanah, erosi, dan berkerak. Daerah yang sering terjangkit pada muka dan kaki walaupun seluruh bagian tubuh dapat terinfeksi.

Penularan dapat terjadi melalui kontak. Anak anjing dapat tertular saat menyusu dari induk yang memiliki parasit, dan lesio menular dari moncong, mata, dan plantar kaki depan dan akan meluas ke seluruh tubuh.

anjing-dokter-hewan

Adanya Demodek akan diketahui melalui pemriksaan kerokan kulit yang kemudian diamati menggunakan mikroskop

anjing-dokter-hewan-24jam anjing-dokter-hewan-jakarta

Gb. Tungau Demodex yang teramati menggunakan mikroskop

 

Pengobatan

Penyakit demodekosis mudah didiagnosa namun sulit untuk diobati. Anjing yang memiliki bulu panjang perlu dicukur terlebih dahulu. Obat yang digunakan meliputi pemberian ivermectin peroral selama 3-8 minggu atau melalui injeksi subkutan  tiap minggu. Ivermectin tidak boleh diberikan pada ras Collie, Shetland Sheepdog, dan Old English Sheepdog beserta turunannya serta sebaiknya tidak digunakan pada anjing yang berumur kurang dari 6 minggu. Lotion benzyl benzoat atau larutan amitraz 0,03%-0,05% dapat dioleskan pada lesio setiap 24 jam. Pada demodekosis yang menyebar ke seluruh tubuh dapat dilakukan terapi yaitu sterilisasi pada hewan betina, mandi shampoo benzoyl peroksida 2,5-3% atau amitraz 0,03-0,05% tiap minggu.

 

  • pdhbvet

    pdhbvet