Manajemen Pemeliharaan Kura-Kura

MANAJEMEN PEMELIHARAAN KURA-KURA
Penulis : drh S. R. Rotoro, MM

kura

FISIOLOGIS KURA-KURA

Kura-kura ada yang hidup di air (aquatic turtle), ada yang hidup di darat (tortoise) dan ada yang semi aquatic.  Pada usia muda kura-kura membutuhkan juga protein hewani untuk pertumbuhannya, maka tidak hanya diberikan sayuran/nabati tapi juga perlu diberikan sumber dari protein hewani (daging, telur, cacing, ikan, udang, dog food, cat food, dll).  Kura-kura memerlukan suhu dan kelembaban tertentu untuk hidupnya jika tidak sesuai akan sebabkan stress dan berbagai macam penyakit.  Kura air memerlukan kualitas air yang baik.

DIET KURA-KURA

Kura darat (Tortoise) : grasses, alfafa, mulberry leaves, grape leaves, hibiscus flowers, sayuran hijau, buah.

Turtle : vegetables, fruits, flowers, insects, worms, snails, fish, water plants.

 

PEMELIHARAAN

Kura air memerlukan kualitas air yang baik dan juga ada daratan, sehingga bisa ”menjemur’ diri. Kura darat memerlukan suhu (20-29 C) dan kelembaban 10-50 %, juga sinar matahari yang cukup. Tempat pemeliharaan harus bersih dan cukup luas. Media yang dipakai untuk alas harus aman dan bersih untuk kura.  Jangan gunakan : pasir, batu kecil, batu akuarium, potongan kayu, rumput plastik. Sebaiknya menggunakan : kertas koran,  pelet alfafa, batu yang besar. Jika memakai lampu harus disesuaikan suhu dan kelembaban yang diharapkan.

PENYAKIT KURA-KURA

  • Pilek : keluar cairan dari hidung, mata berair, mata menutup, tidak mau makan.
  • Diare : berkapur, berlendir, bisa ada darah.
  • Egg binding : telur tertahan.
  • Impaction : makan batu, potongan kayu, pasir : saluran cerna berhenti.
  • Prolapsus usus besar, penis, uterus.

 

Konsultasikan  ke dokter hewan anda jika ada masalah dan kontrol rutin setiap 3 bulan..

Tidak perlu diberi vaksin untuk kura (sampai saat ini).

Cuci tangan dan jaga selalu kebersihan selama bermain dengan kura.

 

 


Manajemen Pemeliharaan Kelinci

MANAJEMEN PEMELIHARAAN KELINCI

Penulis : drh S.R. Rotoro, MM

 kelinci

 

FISIOLOGIS KELINCI

Kelinci adalah binatang herbivora murni (pemakan tumbuhan). Kelinci memiliki tubuh yang relative kecil sehingga kesulitan untuk menyimpan serat kasar (sayuran) dalam jumlah banyak. Sehingga kelinci makan sepanjang hari dan pencernaan kelinci menyiasatinya dengan secepatnya mencerna serat kasar dan kemudian secepatnya dibuang dalam bentuk feses, akibatnya feses yang terbentuk cukup banyak setiap harinya.

Komposisi feses : 9-18 %  crude protein, 30 % crude fiber.

Feses kelinci sebagian dimakan dan dicerna kembali karena masih mengandung nutrisi yang cukup tinggi yang disebut cecotropes.

Komposisi cecotropes : 30-37 % crude protein, 14 % crude fiber. Jadi normal saja kalau kelinci memakan kembali sebagian fesesnya.

Gigi kelinci bertumbuh setiap hari, maka perlu makanan yang kasar untuk menjaga pertumbuhan giginya.

Kelinci berbulu panjang perlu disisir setiap hari dan dimandikan rutin (grooming), demi menjaga kesehatan kulit dan bulunya.

 

DIET KELINCI

  • Kelinci harus makan diet yang tinggi serat kasarnnya dan rendah energi. Kelinci termasuk herbivora murni.
  • Diet terbaik adalah GRASS HAY  dan GREEN FOODS (SAYURAN HIJAU).
  • Kelinci tidak boleh diberi coklat, roti, jagung, nasi.
  • Kelinci boleh diberi sedikit buah (apel, melon).
  • Kelinci tidak memerlukan bakteri lactobacillus (youghurt).
  • Pakan pelet boleh diberikan sebagai tambahan (snack) saja, bukan sebagai pakan utama.


PEMELIHARAAN

  • Tempatkan pada ruang yang cukup luas dan kepadatan yang tidak terlalu padat.
  • Jantan dan betina dicampur dengan perbandingan yang baik (1 jantan maksimal 3  betina). Jantan jangan dicampur dengan jantan karena dapat terjadi perkelahian.
  • Makanan diberikan  sepanjang hari. Jaga kebersihan, kelembaban dan kering. Boleh dijemur setiap pagi hari selama 10 menit (dibawah jam 9 pagi).

 

PENYAKIT KELINCI

  • Kulit : Scabies : penyakit kulit : kerak di telinga, kaki, hidung. Jamur, kutu.
  • Diare : makanan, kuman, stress.
  • Luka berkelahi
  • Abnormalitas gigi/maloclusion/memanjang (perlu dicabut atau dipotong).
  • Pencernaan stop bekerja (gastric stasis/hair ball, trichobezoar).

 

Konsultasikan  ke dokter hewan anda jika ada masalah dan kontrol rutin setiap 3 bulan.

Tidak perlu diberi vaksin untuk kelinci (sampai saat ini).

Cuci tangan dan jaga selalu kebersihan selama bermain dengan kelinci.

 


Manajemen Pemeliharaan Hamster

MANAJEMEN PEMELIHARAAN HAMSTER
Penulis : drh S. R. Rotoro, MM

hamster

FISIOLOGIS HAMSTER
Hamster terdiri dari berbagai macam breed/species :

  • Golden (Syrian) hamster : Standard (short hair) dan teddy bear (long hair)
  • Chinese hamster
  • European Hamster
  • Hungarian hamster

Hamster adalah binatang malam (Nocturnal) dan pandai melepaskan diri dari kandang atau senang menyembunyikan diri, jadi kandang harus rapat, kuat dan aman.
Sering fighting/berkelahi, harus dipisah antar jantan-jantan dan betina-betina. Betina hanya akan terima jantan pada periode kawin. Selebihnya juga harus dipisah. Untuk menghindari fithting bisa dicampur sejak kecil/sebelum dewasa sexual.

DIET HAMSTER

  • Pelet hamster/feed commercial dengan minimal 16 % protein.
  • Untuk bayi hamster kurang dari 3 minggu berikan makanan hamster pelet yang dilunakkan/rendam air.
  • Buang makanan yang tidak dimakan tiap hari.
  • Campuran biji-bijian kurang baik, karena akan dipilih yang disukai dan tidak memakan yang lainnya/terbuang sehingga tidak memenuhi gizi untuk pertumbuhan dan terlebih lagi untuk reproduksi.
  • Bayi hamster mulai makan dan minum sendiri umur 7-10 hari.

PEMELIHARAAN

  • Kandang harus cukup luas untuk : tidur, olah raga/exercise, dan toilet (feces dan kencing).
  • Kandang stainles dengan jari-jari yang kecil/rapat dan alas yang solid dari stainless/ aluminium yang mudah dibersihkan.
  • Akuarium juga bisa dengan tutup yang aman.
  • Jangan kandang yang tertutup rapat dengan ventilasi yang kurang karena akan sebabkan bau kencing dan amonia terperangkap yang membahayakan kesehatan hamster dan pemilik.
  • Alas kandang/tempat tidur : serutan kayu yang keras, koran, tissue, pelet. Jangan gunakan plastik, karet karena bisa termakan dan sebabkan penyumbatan saluran cerna.
  • Bersihkan rutin setiap hari dan desinfeksi.

PENYAKIT HAMSTER

Paling sering :

  • kanibalisme/fithting
  • Diare
  • Penyakit kulit

Malocclussion :

  • gigi memanjang
  • Tumor di hamster tua
  • Benda asing/trichobezoar

  • pdhbvet

    pdhbvet