CANINE DISTEMPER VIRUS

CANINE DISTEMPER VIRUS

By: drh. Putri Sajuthi

 

Distemper merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus CDV (Canine Distemper Virus). Penyakit ini lebih sering terjadi pada anjing muda dengan umur < 1 tahun, tetapi dapat juga terjadi pada anjing dewasa (1 – 10 tahun) yang tidak pernah divaksin atau vaksin tahunan tidak rutin. Penyakit ini menyerang 3 organ utama yaitu: saluran pernafasan, saluran pencernaan dan sistem saraf. Selain 3 organ utama tersebut, penyakit ini juga dapat menyerang kulit dan mata. Kulit anjing yang terkena distemper akan menjadi kemerahan dan mengelupas, selain itu kulit pada telapak kaki (pad) akan mengeras sehingga dikenal pula dengan istilah hard pad disease.  Pada beberapa kasus distemper,  kerusakan juga dapat terjadi pada kornea mata, kornea mata akan tampak berwarna lebih keruh dan kadang disertai dengan luka pada kornea yang dapat berujung pada kebutaan.

Gejala klinis yang tampak pada awal penyakit ini bervariasi. Gejala paling umum yang terlihat pada anjing distemper adalah lesu, nafsu makan menurun, mata belekan dan disertai adanya muntah dan diare pada distemper yang menyerang saluran pencernaan atau pilek dan batuk pada distemper yang menyerang saluran pernafasan.

distemper

Gambar 1. Anjing yang Terkena Distemper Tahap Awal (tampak lesu, kurus, mata belekan dan anoreksia)

 

Distemper yang menyerang sistem saraf merupakan distemper yang paling parah dibandingkan dengan distemper lainnya. Gejala yang timbul pada distemper yang menyerang sistem saraf adalah kedutan terutama pada kelopak mata dan bibir, hiperesthesia (berasa sakit jika disentuh) dan kejang. Distemper yang menyerang sistem saraf ini bisa terjadi dengan diawali adanya distemper pencernaan maupun pernafasan terlebih dahulu, namun bisa juga langsung. Untuk memastikan apakah benar anjing tersebut menderita distemper dapat dipastikan dengan menggunakan test kit distemper yang terdapat di dokter hewan.

test kit

Gambar 2. Hasil Test Distemper Positif

Sampai saat ini pengobatan spesik untuk membunuh virus distemper tersebut belum ada, sehingga obat-obatan yang diberikan biasanya hanya berupa antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Prognosa (peluang sembuh) dari penyakit distemper yang hanya menyerang sistem pernafasan maupun pencernaan adalah 50%, sedangkan untuk distemper yang menyerang sistem saraf, peluang hidup < 10% yang artinya tingkat kematian pada penyakit ini sangat tinggi. Sehingga cara terbaik untuk menghindari terjadinya penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi.

 

 

 

 


Mengenal Demodekosis pada Anjing

Oleh: drh. Agus Efendi

 

Demodekosis adalah infeksi parasit pada anjing dan jarang pada kucing yang dicirikan dengan peningkatan jumlah tungau demodek di dalam folikel rambut yang memicu terjadinya furunkulosis dan infeksi sekunder bakteri. Infeksi dapat terjadi lokal maupun general di seluruh tubuh.

 

Penyebab

Demodekosis pada anjing sering disebabkan oleh tungau Demodex (folliculorum) canis. Demodex hidup di dalam folikel rambut dan kelenjar minyak. Anjing yang sehat sering memiliki demodek di dalam kulitnya dalam jumlah yang terbatas tanpa menimbulkan gangguan. Hal tersebut dikarenakan adanya keseimbangan kekebalan alami sehingga sering terjadi satu atau dua ekor anak anjing menderita demodekosis namun saudara lainnya tidak terserang. Anjing dengan kondisi jelek, dan berambut pendek mudah terinfeksi oleh demodek. Penyakit berkembang apabila terjadi peningkatan jumlah parasit yang melebihi jumlah yang dapat ditoleransi oleh sistem kebal. Faktor-faktor yang dapat menginisiasi proliferasi tungau yaitu genetik atau gangguan imunitas. Peningkatan jumlah tungau juga selalu berkaitan dengan adanya endoparasit, malnutrisi, terapi obat imunosupresi, dan stress sementara (estrus, kebuntingan, tindakan pembedahan, dan saat dilakukan penitipan). Insidensi tertinggi demodekosis saat umur 3-6 bulan.

 

Gejala Klinis dan Penularan

Gejala yang nampak pada anjing yang terserang demodekosis yaitu adanya area-area kebotakan baik terlokalisir ataupun general. Pada area tersebut terjadi kebotakan, kemerahan, gatal, menebal, menghitam, bernanah, erosi, dan berkerak. Daerah yang sering terjangkit pada muka dan kaki walaupun seluruh bagian tubuh dapat terinfeksi.

Penularan dapat terjadi melalui kontak. Anak anjing dapat tertular saat menyusu dari induk yang memiliki parasit, dan lesio menular dari moncong, mata, dan plantar kaki depan dan akan meluas ke seluruh tubuh.

anjing-dokter-hewan

Adanya Demodek akan diketahui melalui pemriksaan kerokan kulit yang kemudian diamati menggunakan mikroskop

anjing-dokter-hewan-24jam anjing-dokter-hewan-jakarta

Gb. Tungau Demodex yang teramati menggunakan mikroskop

 

Pengobatan

Penyakit demodekosis mudah didiagnosa namun sulit untuk diobati. Anjing yang memiliki bulu panjang perlu dicukur terlebih dahulu. Obat yang digunakan meliputi pemberian ivermectin peroral selama 3-8 minggu atau melalui injeksi subkutan  tiap minggu. Ivermectin tidak boleh diberikan pada ras Collie, Shetland Sheepdog, dan Old English Sheepdog beserta turunannya serta sebaiknya tidak digunakan pada anjing yang berumur kurang dari 6 minggu. Lotion benzyl benzoat atau larutan amitraz 0,03%-0,05% dapat dioleskan pada lesio setiap 24 jam. Pada demodekosis yang menyebar ke seluruh tubuh dapat dilakukan terapi yaitu sterilisasi pada hewan betina, mandi shampoo benzoyl peroksida 2,5-3% atau amitraz 0,03-0,05% tiap minggu.

 


Client Education Series

Client Education Series
by: drh. Diah Pawitri

 

We hope these notes will give you some help.  If you have questions please do not hesitate to contact us.


1. VOMITING

What  causes vomiting?

Vomiting is not a disease but a symptom of many different disease.  Many cases of vomiting are self limiting after a few days. Less commonly vomiting may result from a serious illness, such as kidney failure. Even when vomiting is caused by mild illnesses, it may lead to death of he animal if treatment is not begun early enough to prevent severe fluid and nutrient losses.

How serious is vomiting in dogs?

We attempt to determine how sick dog has become as consequence of the vomiting.  When the dog is systemically ill, some of the following may be noted:

  1. Diarrhoea
  2. Dehydration
  3. Loss of appetite
  4. Abdominal pain
  5. High fever
  6. Lethargy

What  tests are performed to find the cause?

If vomiting is associate with several of the above sign, we perform a series test to clarify the situation.  Diagnostic  test may include radiography, ultrasound, blood test, biopsies and exploratory abdominal surgery.  Once the diagnosis is know, treatment may include medications, diets, and/or surgery.

If your dog does not appear systemically ill from the vomiting, the cause may be less serious.  Some of the minor causes of vomiting include stomach or intestinal bacteria, parasites, and dietary indiscretions.  Please keep us informed of luck of expected improvement so that we may assess the situation.


2. SEIZURES

What is a seizure?

Seizures are one of the most frequently seen neurological problem in dogs. A seizure is also known as a convulsion or  fit.  It may have all or any combination of the following :

  1. Loss or derangement of conciousness
  2. Contractions of all the muscle in the body
  3. Change the mental awarensess from non responsiveness to hallucinations
  4. Involuntary urination, defecation, or salivation
  5. Behavioural changes, including non recognition of owner, viciousness, pacing, and running in circles

Is the dog in trouble during a seizure?

Despite the dramatic sign of seizure, the dog feels no pain, only bewilderment. Dogs do not swallow the tongues.  If you put your finger into its mouth you will do not benefit to your pet and will run a high risk of being bitten very badly.  The important thing is to keep the dog from failling and hurting itself.  As long as it is on the floor or ground, there is a little chance of harm occuring.  If seizures continue for longer than a few minutes, the body temperature begins to rise.

What causes seizures?

There are many of seizures.  Epilepsy is the most common and least consequence to the dog.  The other extreme includes severe disease as brain tumor , distemper, and hypoglycaemia.

 

3. TRAVEL WITH YOUR DOG

CAR TREVEL

Animals travelling in cars should be under control in vehicles and unable to distract you while you are driving.  If you want your dog to be loose in car he should be separated from you, and thus an estate vehicle or hatchback with a strong dog guard is ideal.  Alternatively a crate or cage can be used, the dimensoins of which should be comfortable for the animal.  If the dog is not so separated from you he should be tethered so that he cannot act as adistruction.  The easiest way of doing this is place him in the footwel in the back of the car, shutting the lead, attached to properly adjusted collar, in the car door.

Motion sicknesss is a condition which affects many dogs.  It is due to the effect of the motion on the organs of balance located in the inner ear.  Signs are usually excessive salivation, restlessness or excitement.  Many of the human travel sckness remedies  are effective.  Give the tablet at least half an hour before travelling is due.

 


  • pdhbvet

    pdhbvet