Batu Kantung Kencing (calculi vesica urinaria) pada Anjing

Batu kantung kencing atau dikenal dengan istilah calculi / urolith, merupakan bentukan batu yang terjadi akibat adanya penumpukan mineral (kalsium, magnesium, phospat). Bentukan batu ini bisa dalam bentuk batu-batu besar dengan jumlah sedikit (umumnya pada anjing betina) atau kumpulan batu-batu kecil berbentuk seperti pasir dan kerikil dalam jumlah banyak (umumnya pada anjing jantan).

Penumpukan mineral pada kasus ini dapat disebabkan oleh:

  1. Pemberian pakan dengan kandungan mineral yang tinggi/ kurang seimbang
  2. Kurangnya asupan minum
  3. Perubahan derajat keasaman (pH) urin, umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri.
  4. Faktor genetik dan predisposisi breed

Jenis-jenis batu urolith yang terdapat pada anjing, diantaranya:

  1. Struvite (magnesium ammonium phospat) 54% urolith pada anjing
  2. Calcium Oxalate 28%
  3. Urate 7%
  4. Cystine 1.5%
  5. Lain-lain (silica, calcium phospat, dll) 9.5%

Gejala klinis yang tampak pada kasus ini diantaranya

  1. Urin bercampur darah (hematuria)
  2. Merejan saat pipis/ urinasi (stranguria)
  3. Meningkatnya frekuensi urinasi dengan volume urin sedikit-sedikit (Pollakiuria)

Gambar 1. Proses pengeluaran urin dengan metode kateterisasi, urin tampak berwarna kemerahan (hematuria)

Penyakit kencing batu ini cukup mudah di diagnosa dengan pemeriksaan penunjang seperti USG dan x-ray. Pada penggunaan USG akan terlihat massa hiperechoic berbentu bulat, kerikil atau kristal pada kantung kencing dengan acoustic shadowing pada bagian bawah dari massa. Sedangkan pada hasil x-ray akan terlihat massa radiopaque pada kantung kencing.

Gambar 2. USG Calculi pada Kantung Kencing

Gambar 3. X-Ray Calculi pada Kantung Kencing

Penanganan terbaik untuk kasus urolith ini adalah dengan melakukan tindakan operasi pengangkatan batu. Tindakan operasi pada kasus ini cukup beresiko, karena tidak jarang kerusakan yang terjadi sudah mencapai ginjal, sehingga pemeriksaan laboratorium darah sebelum dilakukan tindakan operasi sangatlah diperlukan.

Gambar 4. Batu pada kantung kencing, anjing betina (kiri), anjing jantan (kanan)

Tidak jarang kejadian urolith ini dapat berulang sehingga analisis jenis batu sangat diperlukan untuk mengetahui pilihan diet pakan yang tepat.

Daftar Pustaka
Darcy H Shaw dan Sherri L Ihle. 2006. Small Animal Internal Medicine. Iowa : Blackwell Publishing
Richard W Nelson dan C Guillermo Couto. Small Animal Internal Medicine 3rd Edition. Missouri : Mosby
Stanley I Rubin dan Anthony P Carr. 2007. Canine Internal Medicine Secret

  • pdhbvet

    pdhbvet